Senin, 02 April 2012

Denpasar




Kota Denpasar
Kota Denpasar merupakan sebuah kota di Pulau Bali dan sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Bali, Indonesia.
Pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Bali mendorong Kota Denpasar menjadi pusat kegiatan bisnis, dan menempatkan kota ini sebagai daerah yang memiliki pendapatan per kapita dan pertumbuhan tinggi di Provinsi Bali. Pemerintah akan mempersiapkan tiga kota yaitu Medan, Denpasar, dan Makassar sebagai kota metropolitan baru. Tata ruang tiga kota itu masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.



Lambang Kota Denpasar
Lambang

Kota Denpasar terletak di Bali

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Red_pog.svg/6px-Red_pog.svg.png

Kota Denpasar

Lokasi Denpasar di Bali

Kota Denpasar terletak di Indonesia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Red_pog.svg/6px-Red_pog.svg.png

Kota Denpasar

Lokasi Denpasar di Indonesia

Koordinat: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/WMA_button2b.png/17px-WMA_button2b.png8°39′S 115°13′E / 8.65°LS 115.217°BT / -8.65; 115.217

Pemerintahan
 - Walikota
I.B. Rai Dharmawijawa Mantra, SE, MSi
 - DAU
Rp. 381.538.038.000,-
 - Total
12.398 km2
Populasi (2010)
 - Total
788.445
 Kepadatan
63,6/km²
DPR
4
43
Situs web



Sejarah

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Luchtfoto_van_Denpasar_TMnr_10029767.jpg/250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Luchtfoto_van_Denpasar_TMnr_10029767.jpg
Denpasar (1949)
Nama Denpasar dapat bermaksud pasar baru, sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kerajaan Badung, sebuah kerajaan yang pernah berdiri sejak abad ke-19, sebelum kerajaan tersebut ditundukan oleh Belanda pada tanggal 20 September 1906, dalam sebuah peristiwa heroik yang dikenal dengan Perang Puputan Badung.
Setelah kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958, Denpasar menjadi ibu kota dari pemerintah daerah Kabupaten Badung, selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Des.52/2/36-136 tanggal 23 Juni 1960, Denpasar juga ditetapkan sebagai ibu kota bagi Provinsi Bali yang semula berkedudukan di Singaraja.
Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1978, Denpasar resmi menjadi ‘’Kota Administratif Denpasar’’, dan seiring dengan kemampuan serta potensi wilayahnya dalam menyelenggarakan otonomi daerah, pada tanggal 15 Januari 1992, berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992, dan Kota Denpasar ditingkatkan statusnya menjadi ‘’kotamadya’’, yang kemudian diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Februari 1992.

Geografi

Kota Denpasar berada pada ketinggian 0-75 meter dari permukaan laut, terletak pada posisi 8°35’31” sampai 8°44’49” Lintang Selatan dan 115°00’23” sampai 115°16’27” Bujur Timur. Sementara luas wilayah Kota Denpasar 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan tanahnya, 2.768 Ha merupakan tanah sawah, 10.001 Ha merupakan tanah kering dan sisanya seluas 9 Ha adalah tanah lainnya. Tingkat curah hujan rata-rata sebesar 244 mm per bulan, dengan curah hujan yang cukup tinggi terjadi pada bulan Desember. Sedangkan suhu udara rata-rata sekitar 29.8° C dengan rata-rata terendah sekitar 24.3° C.
Sungai Badung merupakan salah satu sungai yang membelah Kota Denpasar, sungai ini bermuara di Teluk Benoa.

Kependudukan

Laju pertumbuhan penduduk Kota Denpasar per tahun dalam rentang waktu 2000-2010 adalah sebesar 4 %, dengan perbandingan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak 4.57 % dibandingkan dengan jumlah penduduk wanitanya.
Sekitar 68.4 % penduduknya memeluk agama Hindu, sedangkan agama Islam adalah minoritas terbesar selain agama Kristen, Buddha dan Khonghucu.
Tahun
1990
2000
2003
2010
Jumlah penduduk
320.597
532.440
585.150
788.445
Sejarah kependudukan Kota Denpasar
Sumber:

Perekonomian

Pembangunan pariwisata berpengaruh kuat terhadap perubahan struktur dan peningkatan perekonomian di Kota Denpasar. Namun struktur perekonomian Kota Denpasar sedikit berbeda bila dibandingkan dengan struktur perekonomian Provinsi Bali pada umumnya, dengan menempatkan sektor perdagangan, hotel dan restoran mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Denpasar.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/Dempasar_200507-3.jpg/200px-Dempasar_200507-3.jpg
Pasar Badung, Denpasar.
Ikut pula mendongkrak ekonomi Kota Denpasar adalah produksi barang kerajinan berupa barang kerajinan untuk cinderamata, seperti ukiran dan patung. Namun industri kerajinan ini tengah mengalami tekanan, selain karena dampak krisis dan persaingan antar daerah, tekanan lain berasal dari persaingan antar negara berkembang Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, India, Malaysia dan Cina. Negara pesaing ini lebih memaksimalkan besarnya skala produksi dengan memanfaatkan teknologi industri, sedangkan di Kota Denpasar industri kerajinan ini masih mempertahankan keterampilan tangan (hand made) sehingga menjadi kendala pada pemenuhan kuantitas produksinya.

Pariwisata

Perkembangan pariwisata dan daya tarik pulau Bali, secara tidak langsung telah mendorong kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Pada tahun 2000, jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkunjung mencapai 1.413.513 orang, dan menempatkan jumlah wisatawan terbanyak dari Jepang kemudian disusul dari Australia, Taiwan, Eropa, Inggris, Amerika, Singapura dan Malaysia.
Kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Denpasar menitikberatkan pada pariwasata budaya berwawasan lingkungan. Sebagai salah satu sentra pengembangan pariwisata, Kota Denpasar menjadi barometer bagi kemajuan pariwisata di Bali, hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai hotel berbintang sebagai sarana menunjang aktifitas pariwisata tersebut.
Pantai Sanur merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi. Sementara Lapangan Puputan merupakan kawasan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota.

Pemerintahan

Walikota Denpasar
Nama
Periode
Drs. I.G.N. Wardana
Drs. I.G.P. Rai Andayana
Drs. A.A.N. Gede Agung
Drs. I.M. Suwendha
Komang Arsana, S.I.P
Drs. A.A.N. Puspayoga
I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si
Sumber:
Secara administratif pemerintahan kota ini terdiri dari 4 kecamatan, 43 desa atau kelurahan dengan 209 dusun. Saat ini pemerintah Kota Denpasar telah mengembangkan berbagai inovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakatnya, di antara mulai membenahi sistem administrasi kependudukannya

Kesehatan

Kota Denpasar telah memiliki sarana pelayanan kesehatan yang baik di Provinsi Bali, terdapat 3 rumah sakit milik pemerintah diantaranya RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Wangaya dan RSAD Udayana serta 13 buah rumah sakit swasta.
Sementara dalam rangka meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya, pemerintah Kota Denpasar telah membangun 10 buah Puskesmas dan 26 buah puskesmas pembantu, dengan rasio puskesmas per 100.000 penduduk adalah 1,7.

Pendidikan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Lapangan_Niti_Mandala.jpg/200px-Lapangan_Niti_Mandala.jpg
Lapangan Niti Mandala di Renon, Denpasar.
Di Kota Denpasar telah berdiri beberapa perguruan tinggi diantaranya Institut Seni Indonesia Denpasar.
SD atau MI negeri dan swasta
SMP atau MTs negeri dan swasta
SMA atau MA negeri dan swasta
SMK negeri dan swasta
Jumlah satuan
229
59
34
29
25
Data sekolah di Kota Denpasar
Sumber:

Pelayanan umum

Untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Denpasar, dilayani oleh PDAM Kota Denpasar, dan sampai tahun 2003 telah dapat melayani 64.82 % penduduknya. Sumber air baku PDAM Kota Denpasar adalah air permukaan dan sumur dalam yang pengolahannya mengunakan Instalasi Pengolahan Air Lengkap (IPAL). Sedangkan sistem pengalirannya mengunakan sistem gravitasi dan pemompaan.
Dalam penanganan masalah sampah, pemerintah Kota Denpasar memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan seluas 40 Ha. Dari data tahun 2002, jumlah timbulan sampah Kota Denpasar adalah sebanyak 127.750 m³, sebagian besar adalah sampah domestik yang mencapai 71.14 %. Namun volume sampah yang telah tertangani baru sebanyak 1.904 m³, sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 125.846 m³ atau 98.5 %.Mengatasi hal tersebut pemerintah kota dengan masyarakat menerapkan sistem swakelola guna mengatasi masalah penumpukan sampah di TPA tersebut.

Perhubungan

Pelabuhan Benoa merupakan pintu masuk ke Kota Denpasar melalui jalur laut dan saat ini dikelola oleh PT Pelindo III. Pelabuhan ini berada sekitar 10 km dari pusat kota, dan telah beroperasi sejak dari tahun 1924.
Sarana transportasi darat di Kota Denpasar terutama untuk angkutan kota saat ini sudah mulai tidak efektif dan efisien, sampai tahun 2010 hanya 30 % yang masih beroperasi, seiring dengan berkurangnya minat masyarakat untuk mengunakan jasa angkutan tersebut, yang diperkirakan hanya sekitar 3 % dari total jumlah penduduknya. Sementara pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi terus meningkat menjadi 11 % per tahunnya, dan tidak sebanding dengan pembangunan jalan baru. Sehingga terjadi kemacetan di Kota Denpasar tidak dapat dihindari.

Olahraga, Seni dan Budaya

Klub utama sepakbola Perseden Denpasar merupakan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Denpasar, dan menjadikan Stadion Ngurah Rai sebagai markas dan tempat pertandingan laga kandang.
Sementara seni dan budaya di Kota Denpasar secara garis besar identik dengan seni dan budaya Bali umumnya, walau di sini telah terjadi interaksi perpaduan dengan budaya lain seiring dengan kedatangan para wisatawan dari berbagai kalangan. Namun nilai tradisional yang dijiwai oleh ritual-ritual agama Hindu masih kental mewarnai kota ini.
Peranan Adat Bali masih mengakar pada masyarakat Kota Denpasar, Adat Bali yang dimaksud meliputi, nilai, norma dan perilaku dalam masyarakat umumnya pada sistem kekeluargaan patrilineal. Namun seiring zaman beberapa hukum adat yang berlaku mulai dipertentangkan oleh masyarakatnya, terutama dalam masalah gender dan pewarisan.

Pers dan Media

Pemerintah Kota Denpasar memiliki stasiun radio penyiaran, bernama RPKD (Radio Pemerintah Kota Denpasar) yang didirikan tahun 2002, pada frekuensi 91.45 FM. Radio ini ditujukan kepada layanan informasi lalu lintas guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan di Kota Denpasar.
Bali TV merupakan stasiun TV swasta di Kota Denpasar, dan masih satu kelompok usaha dengan Bali Post, Denpasar Post, dan Radio Global. Beberapa surat kabar yang menjadikan Kota Denpasar sebagai pusat penerbitannya antara lain Radar Bali dan Warta Bali. Sementara beberapa stasiun radio penyiaran yang ada di kota ini antara lain Radio Gema Merdeka, Radio Aneka Rama dan sebagainya.
PERSPEKTIF PULAU BALI   http://www.denpasarkota.go.id/images/peta1.jpg


PERSPEKTIF KOTA DENPASAR   http://www.denpasarkota.go.id/images/peta2.jpg
http://www.denpasarkota.go.id/images/jempiring_trans.gif

http://www.denpasarkota.go.id/images/item_1.jpgBUNGA JEMPIRING MASKOT DENPASAR

Menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar dicetuskan pertama kalinya oleh Bapak Walikota Denpasar A.A Puspayoga pada saat syukuran dan malam hiburan memperingati Dasa Warsa Kota Denpasar, tanggal 27 Pebruari 2002 bertempat di Lapangan Puputan Badung.
Tempat yang bersejarah bagi masyarakat Denpasar dahulu Badung, karena di tempat ini pulalah terjadi peristiwa Puputan Badung 96 tahun silam.
Di tempat yang bersejarah ini pula tepatnya pada pukul 17.30 Wita dicetuskan untuk pertama kalinya ide menjadikan bunga jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar. Tentu dengan harapan disosialisasikan dan diusahakan ditanam di setiap pekarangan rumah tangga warga Kota Denpasar.
Alasan dijadikan jempiring sebagai Maskot Kota Denpasar karena bunganya berwarna putih bersih dan harum, daunnya berwarna hijau dan bisa dipakai obat (loloh) untuk penyembuhan panas dalam dan sangat gampang tumbuhnya serta sangat tepat diusahakan untuk tanaman penghijauan. Disamping itu jempiring juga memiliki nilai artistik yang tinggi dan nilai ekonomis karena bunganya dapat dijual untuk kepentingan upakara.
Kalau jempiring direfleksikan pada diri manusia, bunga yang putih bersih melambangkan kesucian atau kejernihan fikiran dan perbuatan yang jujur, bunga yang harum memberi daya tarik pada setiap insan sebagai simbul kewibawaan dan taksu, serta daunnya yang berwarna hijau melambangkan kesejukan atau ketentraman hati.
Semua ini sebagai perlambang untuk menuntun kita selalu mengusahakan yang terbaik, untuk diri kita sendiri, orang lain, lingkungan dan Kota Denpasar.
PROSES PEMBENTUKAN KOTA DENPASAR

   I.   PENDAHULUAN     
Denpasar pada mulanya merupakan pusat Kerajaan Badung,akhirnya pula tetap menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan bahkan mulai tahun 1958 Denpasar dijadikan pula pusat pemerintahan bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali. Dengan Denpasar dijadikan pusat pemerintahan bagi Tingkat II Badung maupun Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan yang sangat cepat baik dalam artian fisik, ekonomi, maupun sosial budaya. Keadaan fisik Kota Denpasar dan sekitarnya telah sedemikian maju serta pula kehidupan masyarakatnya telah banyak menunjukkan ciri-ciri dan sifat perkotaan. Denpasar menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara. Melihat perkembangan Kota Administratif Denpasar ini dari berbagai sektor sangat pesat, maka tidak mungkin hanya ditangani oleh Pemerintah yang berstatus Kota Administratif. Oleh karena itu sudah waktunya dibentuk pemerintahan kota yang mempunyai wewenang otonomi untuk mengatur dan mengurus daerah perkotaan sehingga permasalahan kota dapat ditangani lebih cepat dan tepat serta pelayanan pada masyarakat perkotaan semakin cepat.
   II.   PROSES PEMBENTUKAN KOTA DENPASAR     
Seperti halnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Denpasar merupakan Ibukota Propinsi mengalami pertumbuhan dan perkembangan penduduk serta lajunya pembangunan di segala bidang terus meningkat, memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kota itu sendiri. Demikian pula dengan Kota Denpasar yang merupakan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan sekaligus juga merupakan Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan demikian pesatnya. Pertumbuhan penduduknya rata-rata 4,05% per tahun dan dibarengi pula lajunya pertumbuhan pembangunan di berbagai sektor, sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap Kota Denpasar, yang akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan perkotaan yang harus diselesaikan dan diatasi oleh Pemerintah Kota Administratif, baik dalam memenuhi kebutuhan maupun tuntutan masyarakat perkotaan yang demikian terus meningkat. Berdasarkan kondisi obyektif dan berbagai pertimbangan antara Tingkat I dan Tingkat II Badung telah dicapai kesepakatan untuk meningkatkan status Kota Administratif Denpasar menjadi Kota Denpasar. Dan akhirnya pada tanggal 15 Januari 1992, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kota Denpasar lahir dan telah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Pebruari 1992 sehingga merupakan babak baru bagi penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Tingkat I Bali, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan juga bagi Kota Denpasar. Bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali adalah merupakan pengembangan yang dulunya 8 Daerah Tingkat II sekarang menjadi 9 Daerah Tingkat II. Sedangkan bagi Kabupaten Badung kehilangan sebagian wilayah serta potensi yang terkandung didalamnya. Bagi Kota Denpasar yang merupakan babak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang walaupun merupakan Daerah Tingkat II yang terbungsu di wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.



DAYA TARIK WISATA KOTA DENPASAR
1.      Kawasan Pariwisata Sanur
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?1206456064_Sunrise-at-Sanur1.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_pSFNIZ1VDQiJwHsnrO0WNZBENqr6Ph4nm04nMJ5HRFoF8v2n612N9M-JnRHzGZk8-KPHbZ1kSXeluAyps7eqtmJjq7h_8NaqDX1uabgQu2exnlWPrBNnmccLIU6l92PKsNOBRpsMuyg/s320/Sanur.jpg

Pantai Sanur merupakan pantai yang bersejarah karena Pantai ini  merupakan pantai tempat mendaratnya pasukan kerajaan Belanda ketika Belanda menyerang wilayah Badung pada waktu zaman penjajahan
Dikalangan pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis dari Belgia bernama A.J. Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di Sanur sejak tahun 1937. Pada tahun 1963 geliat pariwisata Sanur semakin terasa dengan didirikannya Hotel Bali Beach (sekarang Inna The Grand Bali Beach yang merupakan hotel pertama kalinya dibangun di Bali. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Denpasar.  
Dalam upaya meningkatkan daya tarik kawasan pariwisata Sanur, sejak tahun 2006,  dilaksanakan Sanur Village Festival. Sanur Village Festival adalah suatu event tahunan yang rutin diadakan di Sanur. Event ini diprakarsai oleh komunitas masyarakat Sanur, melalui Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) dan dudukung oleh Pemerintah Kota Denpasar.

2.      Monumen Perjuangan Rakyat Bali
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?bajra_sandhi1.jpg
Lokasi monumen ini sangat strategis karena terletak di depan Kantor Gubernur Bali,  tepatnya di Lapangan Renon Nitimandala. Kecamatan Denpasar Timur. Monumen dengan luas bangunan 4.900 m2 dan luas tanah 138.830 m2 .ini didirikan untuk mengabadikan semangat perjuangan rakyat  Bali dari masa ke masa dan semangat patriotisme serta  memberi penghormatan kepada para pahlawan. Daya tarik Monumen ini  yaitu bangunannya yang megah dengan arsitektur khas Bali. Monumen dibangun dengan bentuk bajra (genta) yang menjulang tinggi. Secara horizontal, susunan bangunan berbentuk segi empat bujur sangkar simetris dan mengacu pada konsep Tri Mandala, dan secara vertikal, monumen ini juga terbagi menjadi tiga bagian yaitu mengacu pada konsep Tri Angga.
Pada lantai tengah monumen ini terdapat  33 buah unit diorama yang berdemensi 2 x 3 meter yang menggambarkan adegan proses masa ke masa kehidupan orang Bali hingga sejarah sejarah perjuangan rakyat Bali.
Jam buka Monumen :
Senin-Jumat               :     08.00-17.00 WITA
Sabtu                         :     09.30-17.00 WITA 
Minggu                      :     10.00-17.00 WITA

3 Museum Bali
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?bali-museum1.jpg
Museum Bali terletak di pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Mayor Wisnu, di sebelah timur lapangan Puputan Badung dan di sebelah selatan Pura Jagatnatha. Museum ini merupakan museum tertua di Bali dan merupakan pemicu kehadiran museum-museum lainnya. Berdasarkan atas koleksinya, Museum Bali merupakan museum etnografi yang memiliki dan memamerkan benda-benda budaya dari zaman prasejarah sampai kini yang mnecerminkan seluruh unsur kebudayaan Bali terdiri dari koleksi arkeologi, koleksi historika, koleksi seni rupa dan koleksi etnografika.
Museum Bali yang di bangun pada tahun 1910 menggunakan arsitektur tradisional dengan ornamen yang khas Bali. Struktur fisiknya mengikuti struktur fisik dengan konsep trimanandala yaitu nista mandala/jaba sisi  ( bagian luar ), madya mandala /Jaba tengah ( bagian luar sebelum memasuki bagian inti), dan utama mandala/jeroan (bagian inti)
Terdapat tiga bangunan utama untuk memamerkan koleksi museum :
1.      Gedung Karangasem , dengan arsitektur khas Bali Timur untuk memamerkan koleksi Panca Yadnya.
2.      Gedung Denpasar, untuk memamerkan koleksi prasejarah, sejarah dan seni rupa. 3.      Gedung Buleleng , dengan dengan arsitektur gaya Bali Utara untuk memamerkan koleksi kain tradisional.
Jam buka :
Minggu • Kamis           : 08.00 • 15.00 WITA
Jumat                           : 08.00 • 12.30 WITA
Sabtu dan libur resmi    : Tutup.


4. Hutan Mangrove (Hutan Bakau)
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?2892287420_4f50c2e259.jpg
Man­grove meru­pakan tum­buhan tro­pis yang komu­ni­tas tum­buh­nya didaerah pasang surut dan sep­a­n­jang garis pan­tai (seperti : tepi pan­tai, muara laguna (danau dip­ing­gir laut) dan tepi sun­gai) yang dipen­garuhi oleh kon­disi pasang surut air laut. Hutan man­grove selain memainkan per­anan pent­ing dan memi­liki beraneka fungsi secara umum seperti melin­dungi pan­tai dari gelom­bang yang tinggi, angin yang ken­cang dan erosi, juga memiliki peranan penting dalam pengembangan pariwisata khususnya ekowisata. Ekowisata mangrove terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai, Kecamatan Denpasar Selatan, dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit ke arah selatan dari pusat Kota Denpasar. Ekowisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu fasilitas utama di kawasan ini adalah jambatan kayu yang melintasi hutan mangrove dengan panjang ± 1.850 m. Jembatan ini dimanfaatkan bagi wisatawan untuk berkeliling menikmati lingkungan hutan mangrove. Beberapa aktifitas lainnya yang dapat dinikmati antara lain canoing/rafting di sepanjang kawasam, birdwatching dan aktifitas ekowisata lainnya.
5. Taman Budaya (Art Centre)
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?taman%20budaya%20bali.jpg
Taman Budaya terletak di Jl. Nusa Indah kurang lebih 2 km ke arah timur dari pusat kota Denpasar.  Taman Budaya awalnya merupakan sebuah proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969 bertujuan untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof.Dr. Ida Bagus Mantra, yang kemudian memberikan mandat kepada seorang arsitektur terkemuka ,Ida Bagus Tugur,  untuk membangun kawasan ini . Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi menjadi 3 lokasi antara lain :
  1. Lokasi Suci/ltenang, meliputi Gedung perpustakaan Widya Kusuma, Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan Amertha Saraswati dan kalangan Ayodya.
  2. Lokasi Setengah ramai, meliputi arena anak-anak, Bale Gili, Bale Kambang, Jembatan Gajah Mina, Gedung Pameran Utama Mahudara Mandhara Giri Bhuvana, Gedung Krya Sembrani Occaihcrawa, Kalangan Krya Mandala, Bale Wantilan, Patung Kumbakarna Karebut, Studio Patung, Studio Melukis, dan Wisma seniman.
  3. Lokasi  ramai, meliputi Kalangan Angsoka, Kalangan Ratna Kandha, Panggung Terbuka Ardhacandra, Panggung Tertutup Ksirarnawa, Kalangan Madia Mandala, ruang rapat dan kafetaria.
Taman Budaya (Art Centre) senantiasa digunakan sebagai pusat penyelenggara Pesta Kesenian Bali (PKB) setiapa tahunnya pada pertengahan bulan Juni s/d Juli.
Jam buka :
Senin • Kamis              : 08.00 • 14.00 WITA
Jumat • Minggu            : 08.00 • 12.00 WITA
Hari libur nasional         : tutup

6. Desa Budaya Kertalangu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5_T6U-0YwAdIGGDEnxsvG1XnsGSvcwz1rpTq8KC2_8tV9dqUCTe741pYCn0eBzrJbUr1wBR4l_sargu3JxjU5-dSyEWV7BvhLAR4XhoJrtgwy9OT-3htzFQvKTwqYcDddGpz-J7XqHZU/s400/untitled.jpg
Desa Budaya Kertalangu terletak di Kesiman Kertalangu Denpasar, Desa Budaya Kertalangu adalah salah satu objek dan daya tarik wisata di Kota Denpasar yang memanfaatkan hamparan persawasahan sebagai daya tarik utama. Dengan tersedianya faslitas jogging track sepanjang 4 km, wisatawan dapat menikmati  alam dan aktifitas persawahan di tengah Kota. Wisatawan baik mancanegara maupun domestik tertarik mengunjungi kawasan ini karena disamping dapat menikmati alam persawahan, juga dapat menikmati beberapa aktifitas wisata antara lain : wisata kuliner, memancing, berkuda, spa, wisata belanja (shopping), wisata kerajinan dan wisata budaya. Pengambangan Desa Budaya Kertalangu juga merupakan upaya pengembangan kepariwisataan dan pelestarian pertanian di wilayah Desa Kesiman Kertalangu
7. Pura Maospait (Tonja)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMLAf3e41TNEuDcQB1oRLXAVBGLhvxL_N6kYsA0TMlBHSgXJEVWuKWIL25SLeKApdf4u4JIRmMjfnMaeS397kLnXW9gvsPsg8iFcy1L6sbY2C_slm0KQygQOxx0stFiMYjnWea2P_cK2ec/s320/Pura+Maospahit.jpg
Pura Maospahit berlokasi di Banjar Tatasan Kelod Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara. Dari Kota Denpasar Pura ini jaraknya kurang lebih 2 km ke arah timur laut. Dilihat dari karakteristiknya, Pura ini adalah Pura milik keluarga, tergolong sebagai Pura Kawitan. Salah satu daya tarik Pura ini adalah adanya peninggalan arkelogi di dalam Pura. Tinggalan arkeologi di Pura Maospahit Tonja terdiri dari :Meja Batu, Palung Batu, Candi (Prasada) dan Candi Kurung. Tinggalan di Pura ini dapat dikelompokan menjadi dua periodisasi yaitu periode prasejarah (tradisi megalitik) dan periode klasik (sekitar abad 4-15)

8. Pura Maospait (Grenceng)
Lokasi pura Maospahit di Banjar Panji Gede Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara. Pura ini dapat dicapai dengan mudah, terletak 50 m di sebelah utara perempatan jalan Thamrin. Pura ini mneghadap ke Barat, terdiri atas 3 halaman yaitu halaman dalam (Jeroan), halaman Tengah (Jaba Tengah) dan halaman luar (Jabaan). Berdasarkan karakteristiknya, Pura ini adalah Pura keluarga dan merupakan pura Kawitan. Tinggalan arkeologi di Pura Maospahit Gerenceng berupa arca terakota (terbuat dari tanah liat) berjumlah empat buah, dan dua buah berupa arca dwarpala ditempatkan ditempatkan di depan pintu pada pelinggih Taksu Manik Galih, dan satu bauh lagi ditempatkan pada pelinggih Taksu Jawa. Peninggalan lain berupa miniatur candi terbuat dari batu bata yang ditempatkan di dalam gedong candi raras Maospahit. Hal lain yang menarik adalah bentuk candi kurung di Pura Maospahit yakni : ramping, terbuat dari batu bata dan hiasannya berupa kombinasi karang goak dan karang tapel. Berdasarkan ragam hias dan bentuknya kedua candi kurung di Maospahit menunjukkan persamaan dengan candi di Jawa Timur. Diperkirakan berasal dari abad 14-15

9. Pura Blanjong
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvvd7xWYTqcV603DTLPV-z3lH7Z72UwF7Ax1FqiT-nL2CZgndxG32Th7jP2ttCPP9G07FODyVZpjb9ime4fzNem7JFuf0pY3AE2K5sqAEKrKp5LlSd3PFtVssa6lPjH1ZO5lWH4gURdMJE/s320/Pura+Blanjong.jpg
Pura Blanjong berlokasi di Banjar Blanjong, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan. Pura ini terdiri dari dua halaman yaitu halaman dalam (jeroan) dan halaman luar (jabaan). Daya tarik Pura Blanjong salah satunya yaitu keberadaan peninggalan arkeologi yaitu prasasti Blanjong.  Prasasti Blanjong adalah sebuah prasasti yang memuat sejarah tertulis tertua tentang Pulau Bali. Prasasti ini terbuat dari batu padas, berbentuk tiang batu atau pilar dengan ukuran tinggi 1,77 m, garis tengah 0,62 meter. Pada bagian atas berntuk bunga teratai  (lotus). Prasasti ini memakai dua bahasa dan dua huruf sehingga disebut prasasti bilingual yaitu disisi barat laut terdapat enam baris tulisan dengan huruf Pranegari dan menggunakan bahasa Bali Kuno (Kawi) dan di sisi tenggara terdapat tiga belas baris tulisan dengan huruf Bali Kuno dan memakai bahasa Sansekerta. Prasasti ini ditemukan oleh Stutterheim sekitar tahun 1930. Pada prasasti ini disebutkan kata Walidwipa, yang merupakan sebutan untuk Pulau Bali. Prasasti ini bertarikh 913 M, dan dikeluarkan oleh seorang raja Bali yang bernama Sri Kesari Warmadewa
10. Puri Pemecutan
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?puri%20pemecutan2.jpgPuri ini terletak kurang lebih 200 meter dari Taman Puputan Badung, tepatnya di jalan Thamrin dan juga sangat dekat dengan Pasar Badung/Kumbasari. Keunikan dari Puri Pemecutan ini terletak pada arsitekturnya yang bergaya traditional Bali,  dibangun pada abad ke 16. Hingga saat ini Puri Pemecutan masih menjadi tempat tinggal Sang Raja Ida Cokorda Pemecutan beserta keluarga dan kerabatnya. Selain itu yang menjadikan tempat ini menarik dengan adanya satu set gamelan tradisional dan pemerajan agung sebagai tempat persembahyangan keluarga.


11. Puri Satria
Lokasi Puri Satria kurang lebih 300 meter arah utara Lapangan Puputan Badung di jalan Veteran Denpasar. Areal depan Puri digunakan sebagai tempat berjualan aneka jenis binatang peliharaan seperti beraneka jenis burung, ikan, anjing dan lain sebagainya. Tempat persembahyangan keluarga yang luas dan indah tidak hanya digunakan oleh kalangan keluarga Raja, akan tetapi oleh masyarakat di sekeliling Puri. Pada Puri ini juga terdapat sebuah gedung terbuka yang disebut dengan ’Pendopo’ dimana dahulu
digunakan sebagai tempat pertemuan para Raja di seluruh Bali.

12. Pura Jro Kuta
http://wisatadewata.com/files/images/Puri%20Jero%20Kuta.JPG
Puri Jero Kuta lokasinya kurang lebih 300 meter dari pasar tradisional Badung/Kumbasari, dan sekitar 100 meter dari Pura Maospahit, tepatnya di jalan Kumbakarna Denpasar. Puri Jero Kuta memiliki komplek bangunan yang unik seperti : Ancak saji, Semanggen, Ranggi, Pewaregan, Saren Raja, Saren Kangin, Paseban, Pemerajan Agung dan ’Pekandelan’ yang berfungsi sebagai benteng untuk melindungi areal Puri.
Banyak puri di Bali yang tetap lestari peninggalan dari raja-raja pasa saat Bali masih merupakan kerajaan kerajaan kecil. Dari beberapa yang ada salah satunya adalah Puri Jro Kuta yang terletak di Jalan Kumba Karna, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat.
Puri Jro Kuta merupakan salah satu objek wisata budaya yang terdapat di Bali. Puri ini memiliki bentuk bangunan yang unik seperti: ancak saji, semanggon, ranggi, pewaregan, daren raja, saren kangen, paeban, pemerajaan agung. Selain itu juga pura ini dibentengi dengan tembok yang tinggi yang disebut dengan pekandelan. 
Puri Jro Kuta dibangun sekitar tahun 1808 dimasa perintahan Raja Ida Jro Kuta Kahuningan yang juga difungsikan sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal keluarga kerajaan.
Masyarakat sekitar pada saat ini sebahagian besar bermata pencaharian sebagai pedagang dan karyawan, hal ini akan terlihat jelas bila anda berada dilokasi.
Untuk mendukung kepariwisataan dilingkungan area Puri Jro Kuta ini terdapat fasilitas, antara lain: warung penjual makan dan minuman dan area parkir yang luas.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Puri Jro Kuta ini diperlukan waktu kira-kira 1 km dengan jarak tempuh lebih kurang 15 menit perjalanan dari kota Denpasar.
Indahnya bentuk bangunan Puri Jro Kuta membuat tempat ini layak dijadikan sebagai salah satu objek wisata budaya yang dapat anda kunjungi bila berkunjung ke Pulau Dewata ini.

13. Puri Kesiman
Puri kesiman letaknya sangat dekat dengan Pura Petilan Pengerebongan, tepatnya di jalan WR. Supratman, Desa Kesiman Denpasar Timur. Seperti Puri - Puri lainnya di Bali, keistimewaannya ada pada bangunan yang bercirikan khas Bali sebagai tempat tinggal keluarga raja, demikian pula tempat persembahyangannya.

14. Pasar Badung
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?2422171717_319c4c521c1.jpgPasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar. Pasar ini terletak di Jl. Gajah Mada, ± 1 km ke arah barat dari Pusat Kota Denpasar (Patung Catur Muka). Pasar Badung menyediakan berbagai macam kebutuhan, baik itu kebutuhan pokok, makanan tradisional, barang-barang seni khas Bali dan sebagainya. Pasar Badung banyak dikunjungi oleh wisatawan, disamping mereka dapat menyaksikan proses jual beli dari pedagang kepada pembeli yang masih terkesan tradisional dimana terdapat transaksi tawar menawar, adanya tenaga suun (membawa barang dagangan) dan sebagainya, mereka juga dapat menikmati wisata kuliner tradsional dan membeli aneka barang kerajinan khas Bali. Pasar Badung memiliki waktu operasional setiap hari dimana buka dari pagi dini hari hingga larut malam. Bahkan dapat dibilang bahwa pasar ini tidak pernah sepi akan pengunjung karena waktu operasional hampir mencapai 24 jam sehari.

15. Pasar Kreneng
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?12.jpgPasar Kreneng merupakan pasar terbesar kedua di Kota Denpasar. Lokasi pasar ini terletak di jalan Kamboja, kira-kira terletak 3 kilometer dari pusat kota Denpasar. Selain sebagai pasar, di tempat ini juga terdapat sebuah terminal sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di Kota Denpasar. Keunikan pasar ini adalah pasar ini memiliki dua operasional waktu yang berbeda. Pada pagi hari pasar tradisional Kereneng ini dikenal sebagai pasar yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari hingga menjelang sore. Namun pada malam hari pasar ini berubah menjadi pasar malam yang menyediakan berbagai macam makanan khas tradisional Bali dan makanan tradisional dari daerah lainnya yang ada di Indonesia.

16. Pasar Burung
http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?bird_market3.JPGPasar Burung Satria berlokasi di pusat kota Denpasar, tepatnya di jalan Veteran, ± 500 m ke arah utara dari Patung Catur Muka. Letaknya yang terdapat di pusat kota memudahkan pasar ini dijangkau oleh setiap orang. Keunikan dari pasar ini adalah menjual berbagai jenis burung, unggas, ikan, hias dan hewan piaraan lainnya.

Wisata Budaya Tari Barong

Tari barong adalah salah satu dari tari Bali yang merupakan peningalan kebudayaan pra Hindu selain tari Sangyang adalah tari Barong. Kata barong berasal dari kata bahruang yang berarti binatang beruang, merupakan seekor binatang mythology yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai binatang pelindung.

Didalam perkembangannya, kemudian barong di Bali tidak hanya diwujudkan dalam binatang berkaki empat akan tetapi ada pula yang berkaki dua, adapun jenis-jenis barong yang ada di Bali yaitu :

a. Barong ket ( ketet ) barong ini adalah yang paling banyak didapatkan di bali dan yang paling sering dipentaskan serta memiliki jenis perbendaharaan gerak tari yang lengkap.
Barong ketet merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau bona.
Badan barong ini dihiasi dengan ukir ukiran dibuat dari kulit, ditempeli kaca dan bulunya dibuat dari braksok, ijuk atau pula dari bulu burung gagak.
Didalam menarikannya barong ini diusung oleh 2 ( dua ) orang penari yang dinamakan juru saluk ataupun juru bapang. Lakon ini pada umumnya menggambarkan pertarungan antara kebajikan dan keburukan, dimana thema ini hampir selalu menjadi dasar dalam lakon lakon seni pertunjukan Bali.Gambelan untuk mengiringi tari barong ini adalah gambelan bebarongan yang berlaras pelog. Di beberapa tempat ada juga yang diiringi dengan gambelan semar pegulingan.

b. Barong Bangkal berarti babi besar yang berumur tua, barong ini menyerupai seekor bangkal biasa disebut barong celeng atau barong bangkung .Gambelan untuk mengiringinya adalah gambelan batel, dalam pementasannya sangat jarang disertai dengan suatu lakon dan pementasan barong bangkal ini biasanya dengan cara ngelawang ( pementasan ) dari satu tempat ketempat lain ) dan ada juga sekedar mafajar atau diusung kesekeliling.

c. Barong Asu barong ini menyerupai anjing terutama topengnya, sangat dikeramatkan dan terdapat di pura puncak dawa Baturiti Tabanan

d. Barong Gajah ini barong yang menyerupai gajah, sangat dikeramatkan dan salah satu diantaranya terdapat di Desa Singapadu.

e. Barong Macan barong ini menyerupai seekor macan, dalam pementasannya ditarikan oleh dua orang penari dan ada juga yang dilengkapi dengan suatu dramatari semacam Arja, gambelan yang dipai mengiringinya adalah gambelan batel.

f. Barong Landung, barong ini berbeda dengan barong barong yang telah disebutkan diaatas. Barong landung wujudnya bukan binatang melainkan manusia purba yang kaki dua. Pada umumnya barong landung ini dibuat berpasangan, terdiri dari ratu Lanang ( Barong landung laki ) dan Ratu Luh ( Barong Landung perempuan ). Barong ini disebut sedemikian karena bentuknya besar dan tinggi (seperti ondel-ondel Jakarta). Ratu Lanang wajahnya sangat menakutkan, hitam mukanya dengan giginya mencolot keluar sedangkan Ratu Luh berupa perempuan tua seperti perempuan cina.

Dibeberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang dilengkapi dengan jenis barong Landung lainnya seperti Mantri, Baluh, limbur dan lain-lainnya. Didalam pementasannya barong landung ini mengambil lakon seperti lakon Arja ( terutama di Daerah Badung ) dan diiringi dengan gambelan batel.

g. Barong Blasblasan, barong ini juga disebut barong kedingkling, barong blasblasan adalah suatu bentuk pementasan yang dilakukan secara ngelawang, penarinya hanya mengenakan topeng topeng wayang wong dengan lakon cuplikan cuplikan dari ceritra Ramayana yang pada umumnya merupakan adegan peperangan. Barong ini banyak di pentaskan pada hari hari Raya Galungan maupun Kuningan dan biasanya penarinya adalah anak anak.Gambelan pengiringnya ada yang berupa batel dan ada pula yang semacam bebarongan (Gambelan batel yang dilengkapi dengan reyong).

Disamping jenis-jenis barong tersebut diatas, masih ada juga jenis-jenis barong yang lain yaitu barong brutuk yang terdapat di desa Trunyan ( sebuah Desa kecil dipinggir sebelah timur dari Danau Batur ). Barong ini memakai bulu-bulu daun pisang yang sudah kering ( kraras ) dan sangat dikeramatkan oleh masyarakat Trunyan. Barong ( sejenis barong landung yang banyak terdapat di daerah Tabanan yang biasanya dipertunjukkan pada upacara ngaben.

http://www.denpasarkota.go.id/

Wisata Budaya Tari Janger

Tari jangger adalah jenis tarian pergaulan (social dance) terutama bagi muda-mudi yang sangat populer di Bali, dilakukan oleh sekitar 12 orang penari peria dan wanita. Selama tarian berlangsung kelompok penari wanita (jangger) dan kelompok penari peria (kecak) menari dan menyanyi bersahut sahutan (saling sinaurin) yang pada umumnya lagu lagunya bersifat gembira sesuai dengan alam kehidupan mereka.

Munculnya tari Jangger di Bali diperkirakan sekitar abad ke xx, merupakan perkembangan dari tari Sangyang. Jika kecak merupakan perkembangan dari koor wanita.. Adapun lakon yang biasanya dibawakan dalam jangger antara lain : Arjuna Wiwaha, Sunda Upasunda dan lain sebagainya. Tari jangger ini dapat dijumpai hampir seluruh Bali hanya saja masing-masing dareah mempunyai variasi tersendiri sesuai dengan selera masyarakat setempat. Di daerah Tabanan, tari Jangger dilengkapi dengan penampilan perang (seorang berpakaian seperti jenderal tentara Belanda dengan gerak gerak improvisasi, kadang-kadang memberi komando kepada penari Jangger maupun kecak).

Di Desa Metra Bangli terdapat tari Jangger yang pada akihir pertunjukannya para penarinya kerawuhan, di Desa Sibang Badung terdapat tari Jangger yang diiringi dengan Gambelan Gong Kebyar oleh masyarakat setempat menamakannya Jangger Gong. Beberapa sekaa jangger yang kini masih aktif yakni : Jangger Kedaton Denpasar, Jangger Peliatan, adapun gambelan yang biasa dipakai untuk mengiringi tari Jangger disebut Batal (Tetamburan) yang dilengkapi dengan Gender Wayang.
http://www.denpasarkota.go.id/
Pura Agung Jagatnatha
Bila berkunjung ke Bali anda akan melihat berbagai objek wisata yang menarik di pulau dewata ini, salah satu objek wisata tersebut terdapat di kota Denpasar. Objek wisata itu adalah Pura Agung Jagatnatha yang berada di Jalan Mayor Wisnu, yang merupakan pura terbesar kota Denpasar. Lokasi Pura Agung Jagatnatha sangat mudah di jangkau karena tempatnya yang strategis, tepat di sebelah pura ini terdapat Museum Bali, sedangkan pada bagian sebelah timur terdapat Lapangan Puputan Badung. Jarak tempuh bila hendak ke pura ini sekitar 13 km dari Bandara Ngurah Rai Denpasar, lebih kurang 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Pura Agung Jagatnatha ini dibangun pada tahun 1953 seperti kebanyakan pura di Bali posisi  bangunan menghadap ke barat, gunung Agung, umat Hindu di Bali percaya bahwa di puncak gunung tersebut terdapat istana para dewa. Pura ini buat sebagai tempat pemujaan kepada Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai ungkapan rasa syukur karena telah menciptakan alam semesta beserta isinya.
Pura Agung Jagatnatha kalau dilihat dari bentuknya adalah jenis pura penyungsungan jagat, awal mula kenapa didirikannya pura ini karena banyaknya para pendatang dari berbagai desa di Bali saat berada di Denpasar tidak mempunyai tempat sembahyang maka dibangun pura ini.
Bentuk Pura Agung Jagatnatha dirancang sangat indah penuh dengan ornamen yang religius dan artistik, ditengah area pura terdapat menara yang menjulang tinggi yang dinamakan padmasana (Padmasana adalah bentuk bangunan yang bertingkat tingkat dibuat untuk singgasana atau istana para dewa).
Padmasana pada pura ini terbuat dari batu karang putih, pada bagian menara terdapat ukiran wajah dan tangan bhoma  (anak bumi) yang dipercaya dapat mengusir roh jahat agar tidak mengganggu pura, saat akan memasuki area dalam pura terdapat jembatan dengan ukiran bunga teratai dan katak. Pada sekeliling dinding Pura Agung Jagatnatha ini terdapat relief ilustrasi kisah Ramayana dan Perang Bratayuda yang terkenal dalam kisah pewayangan.
Pura Agung Jagatnatha merupakan Pura Kahyangan bagi para kaum pendatang dalam artian dapat nunas tirta bagi segala keperluan upacara Panca Yadnya. Saat ini Pura Jagatnatha buka 24 jam, diperuntukan bagi siapa saja yang mau melakukan sembahyang. Pada saat bulan purnama banyak orang datang berdoa di pura ini.
Pada bulan tertentu (purnama dan tilem), sering diadakan Festival wayang kulit dengan berbagai kisah, antara lain kisah Ramayana dan perang Bratayuda yang terkenal itu.
Bagi Anda yang akan datang ke Bali, tidak lengkap rasanya bila tidak berkunjung ke Pura Agung Jagatnatha, karena bentuk pura ini tidak terdapat di tempat lain, jadi jangan dilewatkan.
  • Waktu buka :          24 jam
  • Tiket Masuk :          Gratis (hanya kerelaan hati)
(Artikel dari berbagai sumber)

Pura Sakenan

http://wisatadewata.com/files/images/Pura%20Sakenan.jpgWisata spiritual yang selaras dengan keyakinan umat Hindu di Bali dengan ribuan pura atau tempat persembahyangan lainnya merupakan cerminan suatu hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan sang pencipta. Pura Sakenan merupakan salah satu wujud dari pernyataan di atas yang berada di kawasan Pulau Serangan atau yang lebih dikenal dengan Pulau Penyu, Desa Serangan, Denpasar, Bali.
Bersumber dari Purana Pura Sakenan yang disusun oleh Tim Dinas Kebudayaan Bali, dikatakan bahwa pada jaman dulu Pura Sakenan  merupakan tempat krama subak untuk memohon agar sawah atau lading tidak terkena penyakit serta hama yang dapat merusak tanaman, memohon berkah serta kesejahteraan hidup pada Tuhan.  Dalam Purana ini juga disebutkan bahwa Hyang Sakenan menjaga walang sangit dan Hyang Masceti menjaga tikus agar tidak merusak sawah dan ladang petani.
Seiring perkembangan jaman, sawah dan ladang petani di sekitar wilayah Sakenan tidak berfungsi lagi namun saat ini sektor pariwisata lah yang berkembang di kawasan ini, khususnya wisata bahari maka Pura Sakenan pun menjadi tempat pemujaan untuk memohon kesejahteraan hidup serta keselamatan pada objek –objek wisata yang berada di Sanur, Kuta, Nusa Dua serta Denpasar.
Pura Dalem Sakenan merupakan stana Hyang Sandhijaya (Tatmajuja) atau disebut juga Samudra Kertih, dimana Pura Sakenan adalah  sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarna atau Baruna yang berdiri di tepi laut selatan Desa Serangan. Beliau benar-benar sebagai penjaga Segara Pakretih (ketenangan lautan/samudera) untuk keselamatan dunia, menghilangkan segala jenis rintangan di dunia, dan segala jenis penyakit dan menyucikan segala jenis kala, bhuta dan manusia, dan berbagai jenis penyakit.
Pura Sakenan berkonsep swamandala yaitu terdiri atas pelinggih-pelinggih dan bangunan-bangunan yang ada di dalamnya, yang terbagi menjadi dua pelebah yaitu Pura Dalem Sakenan dan Pura Pesamuan/Penataran Agung Sakenan.
Pura Sakenan mempunyai tiga halaman (trimandala): utama mandala, madya mandala, dan nista mandala. Masing-masing halaman dibatasi oleh tembok keliling lengkap dengan kori agung, apit lawang dan bebetelan. Pada puncak kori agung dipahatkan hiasan kepala kala. Di dalam utama mandala terdapat sejumlah pelinggih seperti candi, bale tajuk, bale pesandekan, dan apit lawang.
Pada halaman depan terdapat Candi Kurung yang diapit oleh dua buah arca Ganesha, candi ini menghubungkan Utama mandala dan Madya mandala. Di Madya mandala ini dikelilingi oleh tembok penyengker lengkap dengan Candi Bentar pada sisi sebelah baratnya dan petetesan pada sisi utara dan timurnya, sedangkan di bagian Nista mandala hanya berupa halaman kosong.
Di bagian Utama mandala terdapat bangunan pelinggih yakni bebatuan yang berupa Padma Capah stana Ida Batara Masjati, juga sebagai pemujaan Jro Dukuh Sakti. Meru Tumpang Tiga stana Batara Batur, Intaran, Ida Batara Muter. Gedong Jati stana Ida Ratu Ayu, Gedong (Tajuk) stana Batara Buitan dan Batara Muntur. Ada pula bale gede atau bale paruman yang gberfungsi sebagai tempat pesamuan para pemangku, dan juga tempat penyucian pratima Ida Batara dan tempat para sulinggih dan para raja pada saat ada upacara pujawali.
Konon menurut sejarah, Pura ini dibuat oleh Mpu Kuturan pada abad ke-10. Beliau adalah seorang Pendeta Hindu dari Kerajaan Majapahit yang datang ke Bali sebelum jatuhnya Kerajaan Majapahit. Pura Sakenan ini terdiri dari dua bagian yang terpisah, bagian yang besar telah diperbaiki namun pagar batu yang mengelilinginya tetap seperti awal sedangkan bagian yang kecil merupakan warisan dari masa lampau.
Pura Sakenan dibangun dengan menggunakan batu kapur dan karang merah, dimana pada halaman Pura terdapat dua pohon besar dan tinggi yang diyakini sebagai tempat tinggal roh-roh yang menjaga Pura.
Sebagian besar umat Hindu di Bali selalu mengunjungi Pura ini pada Hari Kuningan, salah satu hari raya yang dikhususkan untuk memuja Dewa Wisnu yaitu dewa pembawa kesejahteraan di dunia. Bagi umat Hindu di Bali, Kuningan merupakan satu waktu dimana para leluhur kembali ke langit setelah beberapa saat berada di bumi.
Karena letaknya yang berada di kawasan wisata Pulau Serangan maka saat ini fasilitas yang terdapat di sekitar area pura ini adalah warung penjual makan dan minuman, toilet, area parkir serta didukung juga dengan akses jalan menuju pura ini yang sudah cukup baik.
Adapun mata pencaharian masyarakat sekitar pura ini adalah sebagai nelayan dan pedagang walau masih ada juga sebagian kecil dari mereka yang menjadi petani.
Pura Sakenan berjarak kurang lebih 15.5 km dari Kota Denpasar Bali sehingga apabila anda ingin mengunjungi pura ini hanya diperlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan saja.
Bali Pulau Seribu Pura, mengkondisikan Bali sebagai daerah spiritual yang yang subur bagi berkembangnya spiritualitas dan sastra budaya yang bersifat universal untuk perdamaian dunia dan kemanusiaan.

Pura Pengerobokan Kesiman

http://wisatadewata.com/files/images/Pura%20Pengerobokan%20Kasiman.JPGBeribu pura di Bali menyimpan berbagai keunikan menjadikan pulau Dewata ini patut dikunjungi. Untuk lebih mengetahui keunikan tersebut anda bisa datang ke Pura Pengerobokan Kesiman yang terletak di Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Bali.
Pura Pengerobokan Kesiman sama halnya dengan pura lain yang ada di Bali, yaitu berkonsep “tri mandala” ( nista mandala, madya mandala dan utama mandala), namun pada bagian nista mandala, utama mandala serta utama mandala tidak ada tembok penyengker atau tembok pemisah. Balai begongan, maupun bale panjang yang biasanya   berada di madya mandala, dipura ini terlihat menyatu dengan nista mandala yang membedakan hanya terletaknya saja yang berada disebelah barat, dekat pintu masuk.
Pada utama mandala  terdapat tiga bangunan yaitu: gedong pengerod, gedong dalem dan gedong desa. Gedong pengerod merupakan pelinggih atau tempat pemujaan bagi Ida Bhatara Pura Sanak Amanca, gedong dalem disebut juga balai pastila adalah pelinggih tempat pemujaan bagi Ida Dalem Kesiman dan puri kesiman, dan yang terakhir yaitu gedong desa merupakan tempat pemujaan atau pelinggih bagi Betara-Betari yang berasal dari masing-masing khayangan desa kesiman.
Tradisi unik di pura ini adalah saat melakukan upacara pangrebongan yaitu suatu prosesi upacara kerasukan dalam jumlah besar warga yang diikuti oleh pepatih dan pemangku pura se-pakraman kesiman. Upacara ini dilakukan tepat 8 hari setelah hari Raya Kuningan.
Pura Pengerobokan Kesiman diperkirakan dibuat oleh Raja Dinasti Pemecutan yang bergelar Naraya Ngurah Kesiman  yang menjadi Raja dari tahun 1785 sampai dengan 1820 M, sebagai antisipasi keadaan alam saat itu untuk melakukan pemujaan terhadap Sang hyang Widhi dan pemugaran total pura ini dilakukan tahun 1937.
Masyarakat sekitar pura ini bermata pencaharian sebagai pedagang dan karyawan serta pegawai negeri.
Pura ini dilengkapi dengan fasilitas wantilan, toilet dan area parkir yang cukup memadai.
Jarak tempuh yang diperlukan bila anda ingin mengunjungi pura ini kira-kira 1 km dengan jarak tempuh kurang lebih 5 menit perjalanan dari kota Denpasar.
Sangatlah tepat kiranya jika Bali tetap menjadi tujuan wisata utama jika anda ingin berlibur, karena Bali banyak menyimpan keindahan dan keunikan yang tidak akan pernah anda lupakan jika anda datang mengunjunginya.

Museum Le Majeur

http://wisatadewata.com/files/images/Museum%20Le%20Meyeur.JPGMuseum Le Majeur yang terletak di Jl. Hang Tuah, Denpasar, Bali berdiri pada tanggal 28 Agustus 1957 dan menjadi bagian   Museum Bali yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Adapun nama dari museum ini diambil dari nama sang pelukis itu sendiri yaitu Le Majeur seorang berkebangsaan Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Disini Majeur bertemu dengan seorang penari Legong terkenal yang bernama Ni Nyoman Pollok, yang kemudian dinikahinya dan tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Pantai Sanur.
Museum Le Majeur merupakan museum seni rupa karena selain lukisan hasil karya Majeur sendiri juga dipamerkan berbagai jenis peralatan rumah tangga dan patung. Di dalam museum ini terdapat 88 buah lukisan hasil karya Le Majeur dengan berbagai macam media, seperti: kanvas, hardboard, triplek, urfah dan bagor. Sebagian besar objek lukisan Majeur adalah istrinya sendiri selain wanita Bali lainnya dalam berbagai pose.
Pada masanya, museum ini sering dikunjungi oleh Ir. Soekarno. Adapun ciri khas dari museum ini adalah terdapatnya  sepasang arca berupa replica dari Le Majeur dan istrinya Ni Nyoman Pollok.
Dengan dibukanya museum ini bagi wisatawan, dan untuk memberikan kenyamanan maka dibuatlah beberapa fasilitas seperti: ruang bersantai, toilet, para penjual makanan dan minuman, serta area parkir yang sangat luas menyatu dengan objek wisata pantai Sanur.
Museum Le Majeur berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Denpasar dan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, anda akan tiba disini untuk melihat lukisan sambil menikmati indahnya suasana pantai Sanur nan menawan.
Berbicara tentang Bali tak pernah lepas dari hasil karya seni yang dihasilkan oleh para senimannya, bukan hanya berbicara tentang keindahannya namun juga mutu dari karya seni itu sendiri.

Museum Sidik Jari

Disaat kita mendengar kata “museum” maka pikiran pun akan melayang pada benda-benda bersejarah dan bernilai tinggi, baik itu dari segi historis maupun estetikanya. Tapi apakah yang akan terlintas jika anda mendengar kata Museum Sidik Jari?. Museum Sidik Jari adalah salah satu obyek wisata budaya yang bersifat edukatif bertempat di Jl. Hayam Wuruk no.175, Tanjung Bungkah, Denpasar, Propinsi Bali.
Museum Sidik Jari dibuat pada tahun 1993 dan baru diresmikan tepatnya pada tanggal 4 Juli 1995. Museum ini didirikan atas ide seorang pelukis terkenal asal Bali bernama Ngurah Gede Pamecutan, yang berkeinginan untuk membuat suatu bangunan yang tidak hanya memajang semua koleksi lukisan dan puisinya, namun juga dapat dijadikan sebagi tempat pendidikan atau belajar selain sebagai tujuan wisata.
Berawal dari ketidaksengajaan pada saat mengerjakan lukisan “tari baris” yang dirasa gagal, beliau pun memperbaikinya hanya dengan polesan warna-warna yang ada diujung jarinya. Namun setelah selesai dikerjakan, lukisan tersebut tampak sangat indah karena terbentuk suatu nuansa yang tidak biasa. Akhirnya muncullah ungkapan “lukisan sidik jari, Kegagalan yang berhasil”.
Sesuai dengan namanya, museum sidik jari ini berkaitan erat dengan cara yang dipakai saaat membuat lukisan, yaitu ujung jari diolesi beraneka ragam cat air sesuai dengan imajinasi si pelukis. Cara ini digunakan oleh sang pelukis yang telah menghasilkan 640 buah lukisan.
Museum Sidik Jari tidak hanya menyimpan dan memajang lukisan hasil karya sang pelukis namun juga memajang koleksi puisi hasil karya Ngurah Gede Pamecutan yang ditulis diatas batu.
Beberapa kegiatan dapat dilakukan di museum ini, karena selain memajang  koleksi lukisan serta puisi, disini pengunjung yang tertarik pada seni budaya Bali dapat mendalaminya dengan cara mengikuti kursus tari, melukis, tabuh gamelan dengan tenaga pengajar yang professional.
Selain itu juga, Museum Sidik Jari dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain: wantilan, café, toilet, serta area parkir yang cukup memadai.
Museum Sidik Jari hanya berjarak kira-kira 3 km dari pusat Kota Denpasar atau sekitar 10  menit perjalanan, anda akan tiba di museum ini.

Dept store
1.       [HA] HARDY`S
Tempat Terkenal : Department Store
Jl. Jalan Danau Tamblingan
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
2.       2. [MA] MATAHARI
Tempat Terkenal : Department Store
Jl. Jalan Dewi Sartika
Kel. Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80114
Zone : Denpasar
    3. [RO] ROBINSON DEPARTMENT STORE
Tempat Terkenal : Department Store
Jl. Jalan Dewi Sartika
Kel. Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80114
Zone : Denpasar
    4. [TI] TIARA GATZU
Tempat Terkenal : Department Store
Jl. Jalan Gatot Subroto Barat No. 567
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
    5. [UF] UFO (UNIVERSAL ELECTRONIC FACTORY OUTLETS)
Tempat Terkenal : Department Store
Jl. Jalan HOS. Cokroaminoto No. 65 A
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
Diving
1.       [AB] ABYSS ADVENTURES
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso 36B
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
2.       [AQ] AQUAPRO BALI
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai 46E
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    3. [AT] ATLANTIS BALI IDC
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Pantai Sindu 8
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    4. [BA] BALI DIVING COMPANY
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Raya Puputan No.76
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    5. [BA] BALI DIVING PERDANA
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso Gg Tunjun No.30
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    6. [BA] BALI INTERNATIONAL DIVING PROFESSIONALS (BIDP)
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso No. 26
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    7. [BA] BALI MARINE SPORT
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    8. [BA] BALI SAFARI DIVE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Pantai Sindu Kelompok III
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    9. [BA] BALI SCUBA DIVE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso 40
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    10. [CI] CITRA BALI DIVE CENTRE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai 171
Desa Sidakarya, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80224
Zone : Denpasar
    11. [CR] CRYSTAL DIVERS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Duyung No. 25
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    12. [EN] ENA DIVE CENTER
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Tirta Ening No. 1
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    13. [GL] GLOBAL AQUATIC ADVENTURE TOURS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Cemara (Kesumasari) 9
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    14. [IN] INDONESIA CACTUS DIVERS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai No.15
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    15. [PA] PAPAS DIVE CENTER
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Tamblingan No.67D
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar

Galleri seni
[AQ] AQUAPRO BALI
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai 46E
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    3. [AT] ATLANTIS BALI IDC
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Pantai Sindu 8
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    4. [BA] BALI DIVING COMPANY
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Raya Puputan No.76
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    5. [BA] BALI DIVING PERDANA
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso Gg Tunjun No.30
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    6. [BA] BALI INTERNATIONAL DIVING PROFESSIONALS (BIDP)
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso No. 26
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    7. [BA] BALI MARINE SPORT
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    8. [BA] BALI SAFARI DIVE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Pantai Sindu Kelompok III
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    9. [BA] BALI SCUBA DIVE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Poso 40
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    10. [CI] CITRA BALI DIVE CENTRE
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai 171
Desa Sidakarya, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80224
Zone : Denpasar
    11. [CR] CRYSTAL DIVERS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Duyung No. 25
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    12. [EN] ENA DIVE CENTER
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Tirta Ening No. 1
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    13. [GL] GLOBAL AQUATIC ADVENTURE TOURS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Cemara (Kesumasari) 9
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    14. [IN] INDONESIA CACTUS DIVERS
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai No.15
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    15. [PA] PAPAS DIVE CENTER
Tempat Terkenal : Diving
Jl. Jalan Danau Tamblingan No.67D
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
Gallery seni
[SI] SIPUTIH GALLERY
Tempat Terkenal : Galeri Seni
Jl. Jalan Merdeka
Desa Sumerta Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80235
Zone : Denpasar
Polisi
. [KA] KANTOR POLISI
Tempat Terkenal : Kantor Polisi
Jl. Jalan Diponegoro
Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
[KA] KANTOR POLISI
Tempat Terkenal : Kantor Polisi
Jl. Jalan Gunung Sanghiang
Kel. Padang Sambian, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80117
Zone : Denpasar
    3. [KA] KANTOR POLISI
Tempat Terkenal : Kantor Polisi
Jl. Jalan Kartini
Desa Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar
Zone : Denpasar
    4. [KA] KANTOR POLISI
Tempat Terkenal : Kantor Polisi
Jl. Jalan Kartini
Desa Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar
Zone : Denpasar

Kedutaan/ konsulat
1. [KO] KONSULAT AMERIKA SERIKAT
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Hayam Wuruk 188
Desa Sumerta Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80235
Zone : Denpasar
[KO] KONSULAT AUSTRALIA
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Prof. Moch. Yamin -
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    3. [KO] KONSULAT JENDERAL JEPANG
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Raya Puputan No. 170
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    4. [KO] KONSULAT JENDRAL INGGRIS
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Mertasari No. 2
Desa Sanur Kauh, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    5. [KO] KONSULAT MEXICO
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Prof. Moch. Yamin No.1-A
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    6. [KO] KONSULAT NEW ZEALAND
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Prof. Moch. Yamin No.51
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar
    7. [KO] KONSULAT PRANCIS
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan By Pass Ngurah Rai 35
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    8. [KO] KONSULAT REPUBLIK FEDERAL JERMAN
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Pantai Karang 17
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    9. [KO] KONSULATE CANADA
Tempat Terkenal : Kedutaan, Konsulat
Jl. Jalan Prof. Moch. Yamin No.17
Kel. Renon, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80226
Zone : Denpasar

Mal
1.       [BA] BADUNG CENTRAL MARKET
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Gajah Mada
Kel. Dauh Puri Kangin, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80112
Zone : Denpasar
2.       2. [DE] DEWATA AYU
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Dewi Sartika
Kel. Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80114
Zone : Denpasar
    3. [DU] DUTA PLAZA
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Dewi Sartika
Kel. Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80114
Zone : Denpasar
    4. [KE] KERTA WIJAYA
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Diponegoro 98
Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    5. [KU] KUMBASARI MARKET
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Gajah Mada
Kel. Dauh Puri Kangin, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80112
Zone : Denpasar
    6. [LI] LIBI PLAZA
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Teuku Umar 104-110
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    7. [MA] MA. DEPT STORE
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Diponegoro 50
Kel. Dauh Puri Kangin, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80112
Zone : Denpasar
    8. [MA] MATAHARI DUTA PLAZA
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Dewi Sartika 4G
Kel. Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80114
Zone : Denpasar
    9. [RA] RAMAYANA MALL BALI
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Diponegoro No. 103
Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    10. [SI] SINDHU MARKET
Tempat Terkenal : Mal
Jl. Jalan Pantai Sindu
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
Resoran/café
1.       [24] 24 RESTORAN & BAR
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Pantai Karang No. 79
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
2.       2. [AB] ABIAN BOGA
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Cemara (Kesumasari) No. 5
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    3. [AD] ADEM AYEM
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Teuku Umar
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    4. [AG] AGUNG & SUE RESTAURANT
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Hang Tuah
Desa Sanur Kaja, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    5. [AG] AGUNG & SUE WATERING HOLE I
Tempat Terkenal : Hotel, Restoran, Kafe
Jl. Jalan Hang Tuah No. 35 - 37
Desa Sanur Kaja, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80227
Zone : Denpasar
    6. [AG] AGUNG & SUE WATERING HOLE II
Tempat Terkenal : Hotel, Restoran, Kafe
Jl. Jalan Danau Tamblingan No. 60
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    7. [AK] AKASAKA KARAOKE & MUSIC ROOM
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Teuku Umar Simpang Enam
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    8. [AM] AMSTERDAM STEAK HOUSE BAKERY
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Diponegoro No. 140
Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    9. [AM] AMSTERDAM STEAK HOUSE BAKERY
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Gunung Soputan No. 33A
Desa Padangsambian Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80117
Zone : Denpasar
    10. [AR] AROMA JIMBARAN
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Teuku Umar
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    11. [AS] ASIARASA
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Teuku Umar
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    12. [AT] ATOOM BARU
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Gajah Mada No. 106-108
Kel. Dauh Puri Kangin, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80112
Zone : Denpasar
    13. [AY] AYAM BAKAR WONG SOLO
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Merdeka 18
Kel. Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80232
Zone : Denpasar
    14. [AY] AYAM PRESTO NY. NITA
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Teuku Umar No. 73
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    15. [AY] AYAM PRESTO NY. NITA
Tempat Terkenal : Restoran, Kafe
Jl. Jalan Hayam Wuruk No. 96
Desa Sumerta Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80235
Zone : Denpasar
Rumah sakit
1.       [IN] INTERNATIONAL TOURIST MEDICAL SERVICES
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Pulau Saelus No. 2
Kel. Pedungan, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80222
Zone : Denpasar
2.       2. [KL] KLINIK BLANJONG
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Sri Kesari 15
Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80228
Zone : Denpasar
    3. [KL] KLINIK BRATA BAKTI POLDA BALI
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Kamboja No. 7
Desa Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80233
Zone : Denpasar
    4. [KL] KLINIK EPIDERMA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Hayam Wuruk 80
Desa Sumerta Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80235
Zone : Denpasar
    5. [PM] PMI BADUNG
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Imam Bonjol Km.3
Desa Pemecutan Klod, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80119
Zone : Denpasar
    6. [RS] RSAD UDAYANA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan P.B Sudirman 1
Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    7. [RU] RUMAH SAKIT BERSALIN PURI BUNDA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Gatot Subroto 6 No. 19
Desa Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar
Zone : Denpasar
    8. [RU] RUMAH SAKIT BHAKTI RAHAYU
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Gatot Subroto 2 11
Desa Dangin Puri Kaja, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar
Zone : Denpasar
    9. [RU] RUMAH SAKIT DHARMA YADNYA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan WR. Supratman 256
Kel. Kesiman, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80237
Zone : Denpasar
    10. [RU] RUMAH SAKIT GRAHA USADHA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan HOS. Cokroaminoto 30
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
    11. [RU] RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Tukad Unda No.1
Desa Sumerta Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80235
Zone : Denpasar
    12. [RU] RUMAH SAKIT JIWA BINA ATMA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan HOS. Cokroaminoto Km 5
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
    13. [RU] RUMAH SAKIT KASIH IBU
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Teuku Umar
Kel. Dauh Puri Kauh, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80113
Zone : Denpasar
    14. [RU] RUMAH SAKIT KUSTA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Maruti 10
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
    15. [RU] RUMAH SAKIT MANUABA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan HOS. Cokroaminoto No.28
Desa Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80118
Zone : Denpasar
3.       16. [RU] RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Pulau Serangan 9X
Kel. Serangan, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80229
Zone : Denpasar
4.       17. [RU] RUMAH SAKIT PURI RAHARJA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan WR. Supratman 14-19
Kel. Kesiman, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80237
Zone : Denpasar
    18. [RU] RUMAH SAKIT SANGLAH
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Pulau Bali No.1
Desa Dangin Puri Klod, Kec. Denpasar Timur
Kota Denpasar 80234
Zone : Denpasar
    19. [RU] RUMAH SAKIT SURYA USADHA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Pulau Serangan 1-3
Kel. Serangan, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80229
Zone : Denpasar
    20. [RU] RUMAH SAKIT WANGAYA
Tempat Terkenal : Rumah Sakit
Jl. Jalan Kartini No.33
Desa Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar
Zone : Denpasar
Rental
1.       [AU] AUTOBAGUS CAR RENTAL
Tempat Terkenal : Transportasi
Jl. Jalan Tukad Balian No. 888
Desa Sidakarya, Kec. Denpasar Selatan
Kota Denpasar 80224
Zone : Denpasar
2.       2. [BA] BALI CAR RENTALS
Tempat Terkenal : Transportasi
Jl. Jalan Gunung Guntur Gg. XVII No. 20
Kel. Padang Sambian, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80117
Zone : Denpasar
    3. [BA] BALI CAR RENTALS
Tempat Terkenal : Transportasi
Jl. Jalan Tunjungsari No. 69
Desa Padangsambian Kaja, Kec. Denpasar Barat
Kota Denpasar 80117
Zone : Denpasar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar